faey

Pertanda Matinya Hati

Agama Islam mengajarkan umat manusia untuk menjaga kebersihan dan kesucian hati. Bahkan hati harus dijaga dari macam-macam penyakit hati yang dapat merusak manusia.

Syekh Ibnu Atha’illah dalam Kitab Al-Hikam menerangkan bahwa tanda matinya hati seseorang, salah satu tandanya yaitu tidak merasa sedih saat meninggalkan amal baik dan tidak mengerjakan kewajiban. Serta tidak menyesal setelah berbuat dosa.

“Salah satu tanda matinya hati yaitu jika tidak merasa sedih atau susah karena ketinggalan melakukan suatu amal perbuatan baik dan kewajiban. Serta tidak menyesal jika telah berbuat dosa atau perbuatan melanggar.” (Syekh Ibnu Atha’illah)

Siksa Kubur Bagi Yang Tidak Bersih Saat Buang Air Kecil

Mensucikan diri setelah buang air kecil maupun buang air besar sangat penting dilakukan untuk membersihkan diri dari najis. Apabila tidak mensucikan diri maka kita membawa najis yang kemungkinan besar juga akan mengotori celana kita.

Sebagai seorang muslim wajib hukumnya mensucikan diri setelah buang air kecil ataupun buang air besar. Alhasil apabila kemudian seorang muslim akan melakukan sholat, maka sholatnya menjadi tidak sah sebelum membersikan najis tersebut dan juga bagian pakaian yang terkena najis.

Dari Anas Radhiyallahu anhu, dia berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bersihkanlah diri dari air kencing. Karena sesungguhnya kebanyakan siksa kubur berasal darinya.” [HR. Ad-Dȃruquthnȋ dalam Sunannya, no. 459. Dan hadis ini dinilai shahȋh oleh Syaikh al-Albani dalam Irwȃul Ghalȋl, no. 280]

Bahaya juga bagi seorang muslim yang tidak memperhatikan kebersihannya, apalagi sisa kencingnya harus benar benar bersih dan suci. Karena apabila tidak suci maka sholatnya tidak sah dan akan mendapatkan siksa kubur nantinya. naudzubillahi min dzalik.

Terlalu Sibuk Urusan Dunia Hingga Lupa Sholat

Sebagai umat muslim seharusnya kita tahu bahwa shalat merupakan rukun islam yang ke 2, maka dari itu kita sebagai umat muslim sudah seharusnya melakukan nya, wajib hukumnya. Shalat juga merupakan perintah langsung dari Allah SWT melalui firman nya yang artinya:

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Qur’an) dan dirikanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan munkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar (keutamaannya daripada ibadah – ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Ankabut [29]: 45).

Jelas dalam ayat tersebut bahwa Allah menyuruh kita untuk shalat, dan dalam ayat tersebut pula disebutkan manfaat daripada shalat yang kita kejakan yaitu mencegah kita dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar. Lantas mengapa ada beberapa dari kita yang masih lalai hingga meninggalkan shalat?

Begitu banyak perintah-Nya di dalam Al-Qur’an yang menyuruh kita untuk shalat. Shalat juga merupakan tiang agama, maknanya apabila baik shalatnya maka baik pula seluruh amalannya. Shalat juga adalah amalan yang pertama kali dihisab di hari kiamat nanti.

Jangan Lelah untuk Berbagi Rezeki

yasiindo1

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”(Q.S. Al-Baqarah(2): 261.

Ayat diatas menjelaskan perumpamaan dari orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah. Menafkahkan disini bermakna menggunakan harta kita untuk dimanfaatkan dalam beribadah kepada Allah SWT, contohnya seperti sodaqoh, zakat, infaq dsb.

Nilai yang sudah kita keluarkan diumpamakan benih yang mengeluarkan 7 bulir, dan setiap bulirnya terdapat seratus biji, Masya Allah. Dengan baiknya Allah SWT melipat gandakan kebaikan apa yang telah dikeluarkan oleh siapa saja yang Dia kehendaki.

Setelah kita tau hasil yang didapat apabila menafkahkan harta kita dijalan Allah, masih enggan kah kita melakukan nya? Bagi yang sudah melakukan semoga diberi kemudahan agar bisa melaksanakan nya terus menerus serta rutin. Semoga kita semua bisa dan mampu untuk melakukan kebaikan serta ikhlas dalam melakukannya aamiin aamiin yaa rabbal ‘alamin.

https://www.youtube.com/watch?v=H0OnQljA5r8

 

Kehidupan Dunia

وَمَا هٰذِهِ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا لَهْوٌ وَّلَعِبٌۗ وَاِنَّ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُۘ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ


“Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui.” (Q.S. Al-Ankabut(29) : 64)

Tafsir Surah al-‘ankabut ayat 64 Ini menggambarkan sifat kehidupan duniawi, terutama bagi orang-orang musyrik yang terpengaruh dengan kenikmatan kehidupan duniawi. Dijelaskan bahwa kehidupan duniawi hanyalah permainan dan gurauan saja, bukan kehidupan yang sebenarnya.

Pandangan dan pikiran orang musyrik telah ditutup, sehingga mereka sibuk dengan urusan duniawi saja. Mereka mencari kekayaan, kekuatan, kenikmatan, dan kesenangannya, seolah-olah kehidupan dunia adalah kehidupan nyata bagi mereka.

Dan apabila mereka ingin mengurangi perhatian mereka pada kehidupan duniawi, dan menatapnya sebagai bidang persiapan untuk kehidupan yang lebih permanen dan kekal, dan akan mendengarkan ayat-ayat Allah, mereka tidak akan merasa tidak percaya dan menyekutukan Allah. Apabila mereka mendengarkan panggilan Rasul dengan menggunakan telinga, kecerdasan, dan hati, mereka tidak akan tersesat dari jalan Allah.

Kemudian Allah menjelaskan bahwa kehidupan yang hakiki adalah akhirat, dan itu adalah sisi lain dari kehidupan manusia, yaitu kehidupan yang dicakup oleh kebenaran mutlak.

Kehidupan dunia adalah kehidupan di mana ia beragam antara kebenaran dan kepalsuan, sedangkan pada akhirat, kebenaran dan kepalsuan telah dipisahkan. Kehidupan akhirat ditentukan oleh kehidupan dunia seseorang, dan bergantung pada amal dan usahanya semasa hidupnya.

Kehidupan dunia dapat disamakan dengan kehidupan masa kanak-kanak, sementara akhirat dapat disamakan pada waktu dewasa. Jika seseorang dalam masa anak sedang mempersiapkan diri dengan sungguh sungguh, seperti belajar dan bekerja dengan rajin, maka kehidupan dewasanya akan menjadi kehidupan yang cerah. Di sisi lain, jika itu banyak bermain-main dan tidak menggunakan waktu yang baik, maka ia akan memiliki masa dewasa yang suram.

Itulah kasus dengan akhirat, tergantung pada amal dan upaya seseorang saat masih hidup di dunia. Jika itu hidup di dunia iman dan kebenaran, maka hidupnya di akhirat akan baik dan bahagia. Sebaliknya jika ia merasa tidak percaya dan melakukan tindakan terlarang, ia akan mengalami kehidupan yang menyedihkan di akhirat.

Perlu bantuan kami, Chatt kami sekarang

Kami siap membantu Anda, jangan ragu hubungi kami

Customer Service

Alya

Online

Alya

Assalamu'alaikum, Ada yang bisa kami bantu? 00.00